Menu Atas

Home     BankSyariah     BaselCommittee     PerangMataUang     Ekonomi     Kontak     About Us     Video    

Friday, February 4, 2011

ANALISIS KREDIT SEBAGAI PENANGKAL KREDIT BERMASALAH

Oleh: Sudjendro/Pemerhati Perbankan

Tujuan analilsis kredit adalah menilai mutu permintaan kredit baru atau tambahan yang diajukan kepada bank. Dengan demikian, analisis kredit berperan sebagai saringan pertama untuk menangkal munculnya kredit bermasalah. Dalam analisis kredit, bank mengevaluasi prospek kemampuan dan kesediaan calon debitur melunasi kredit yang akan diberikan serta memenuhi ketentuan perjanjian kredit yang lain.

Selama proses kegiatan analisis kredit, account officer, yang ditugaskan menilai mutu permintaan kredit, akan mengevaluasi enam faktor yang mempengaruhi kemampuan dan kesediaan debitur melunasi kredit. Keenam faktor itu adalah:

1. Wewenang untuk meminjam
2. Watak (character) calon debitur
3. Kemampuan mereka menghasilkan pendapatan/laba
4. Kondisi fasilitas produksi yang mereka miliki
5. Jaminan kredit yang disediakan
6. Prospek perkembangan ekonomi dan bidang usaha bisnis mereka.

Seberapa tajam analisis kredit dilakukan akan ditentukan oleh jumlah kredit yang diminta, jangka waktu kredit, jenis dan jumlah nilai jaminan, reputasi calon debitur dan hubungan bank dengan debitur sebelumnya.

Sebagai bahan masukan analisis kredit, bank membutuhkan berbagai macam data primer dan sekunder, tergantung dari jumlah kredit yang diminta. Apabila diperlukan, account officer harus melakukan survai lapangan guna mengumpulkan data dan informasi primer dan sekunder tadi.

Keterangan tentang wewenang untuk menjamin dalam kasus kredit korporasi dapat diperoleh dengan jalan mempelajari akte pendirian (dan akte perubahannya), anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perusahaan debitur.

Gambaran tentang waktak calon debitur antara lain dapat diperoleh dengan jalan mempelajari daftar riwayat hidup mereka, serta kesan yang diperoleh dari hasil wawancara dengan para nara sumber yang pernah bergaul atau berhubungan bisnis dengan calon debitur.

Kemampuan calon debitur menghasilkan pendapatan dan laba dapat diperoleh dengan jalan mengevaluasikebijaksanaan pemasaran produk mereka serta hasil yang telah mereka peroleh selama dua atau tiga tahun terakhir, maupun prospek perkembangan pasar dan pemasaran hasil produksi selama jangka waktu perjanjian kredit yang akan datang. Evaluasi kebijaksanaan pemasaran tadi mencakup kebijaksanaan produk, harga distribusi dan promosi penjualan.

Tujuan utama evaluasi kondisi fasilitas produksi yang dimiliki oleh calon debitur adalah menilai seberapa jauh fasilitas produksi tadi dapat menghasilan produk yang kompetitif. Seperti halnya evaluasi pasar dan pemasaran produk, dalam evaluasi kondisi fasilitas produksi, para account officer harus melakukan pengamatan di lapangan.

Harta jaminan merupakan sumber dana kedua untuk melunasi kredit yang terhutang debitur. Fokus evaluasi jaminan kredit adalah keabsahan kepemilikan harta yang dijaminkan dan taksasi nilai serta status harta tersebut. Adapun tujuan taksasi nilai harta jaminan adalah untuk menghitung jumlah net collateral margin.

Evaluasi prospek masa depan ekonomi, pasar dan bidang usaha calon debitur dilakukan dengan jalan analisis berbagai macam data ekonomi, industri pasar dan pemasaran produk, baik yang sekunder maupun primer. Oleh karena itu, apabila diperlukan, untuk mengevaluasi prospek perkembangan ekonomi dan bidang usaha calon debitur selama masa perjanjian kredit yang akan datang, account officer perlu mengadakan pengamatan di lapangan.

Disamping evaluasi keenam macam faktor yang mempengaruhi kemampuan dan kesediaan calon debitur melunasi kredit yang mereka utang, bank juga ingin mengetahui gambaran likuiditas keuangan calon debitur selama masa perjanjian kredit. Untuk mengetahui hal tersebut, calon debitur wajib menyerahkan proyeksi arus kas tadi erat hubungannya dengan kondisi keuangan mereka pada masa sebelumnya, maka bank juga perlu untuk menganalisa kondisi keuangan calon debitur selama dua atau tiga tahun sebelumnya. Analisis kondisi keuangan tadi dapat dilakukan dengan jalan menganalisis neraca dan perkiraan laba/rugi perusahaan calon debitur dengan menggunakan rasio keuangan sebagai tolokukurnya.

====$$$$====