Menu Atas

BankSyariah     BaselCommittee     PerangMataUang     Ekonomi     Kontak     About Us     Video    

Monday, February 22, 2010

Skandal Century
Giliran Tim 9 Kunjungi Nasional Demokrat
Irwan Nugroho – detikNews


Jakarta - Setelah bertandang ke sejumlah tokoh, kelompok isiator Hak Angket Bank Century atau tim 9 hari ini akan berkeliling kembali untuk mencari dukungan. Tim akan mengunjungi Nasional Demokrat (ND) pimpinan Surya Paloh.

"Iya besok (hari ini)," kata salah satu anggota tim 9, Akbar Faishal, kepada detikcom, Senin (22/2/2010).

Anggota DPR dari Fraksi Hanura itu mengatakan, tim-nya akan menemui Surya Paloh sebagai Ketua DPP ND.

Menurut anggota tim 9 lainnya, Andi Rahmat, pertemuan itu dijadwalkan akan dilakukan pada sore hari.

Pansus Hak Angket Bank Century hari ini pula akan membacakan kesimpulan atas penyelidikan bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun. Sejumlah isu penting menyeruak, seperti perlu dan tidaknya nama yang bertanggungjawab terhadap bailout itu diumumkan.
(irw/mpr)


Skandal Century
Mengendus Aroma Transaksi Politik di Pertemuan Cikeas
Mega Putra Ratya – detikNews


Jakarta - Pertemuan partai koalisi dengan Presiden SBY menjelang kesimpulan Pansus Hak Angket Bank Century batal dilakukan. Meski begitu, pertemuan yang rencananya dilakukan di kediaman pribadi presiden, di Cikeas, Bogor ini memunculkan beberapa spekulasi.

"Pertama, konsolidasi politik. Setelah terlihat 'membisu' dalam beberapa pekan terakhir dan liarnya arah dukungan partai-partai koalisi di parlemen, SBY rupanya perlu turun tangan untuk 'menertibkan' partai-partai koalisi," ujar Pengamat Politik dari Charta Politika Arya Fernandes kepada detikcom, Senin (22/2/2010).

Arya mengatakan pada tahap inilah transaksi politik akan terjadi. Partai partai koalisi yang sebelumnya terlihat garang dalam setiap rapat-rapat Pansus bisa jadi akan berubah pikiran setelah pertemuan tersebut.

"Golkar dan PKS jelas sangat khawatir dengan ancaman reshuffle dan pengusutan beberapa kader partai yang terlibat pengemplangan pajak dan terkait dugaan korupsi," imbuhnya.

Menurut Arya dalam tawar menawar politik tersebut bisa saja pemerintah akan menangguhkan penyusutan tentang dugaan pengemplangan pajak oleh beberapa perusahaan Bakrie atau menangguhkan pengusutan beberapa kader partai yang diduga terlihat korupsi, dengan konsekuensi partai-partai seperti Golkar dan PKS melunak dalam menyampaikan temuan akhirnya.

"Saya kira Golkar akan melunak. Golkar sadar betul pilihan untuk menjadi partai yang berseberangan dengan pemerintah bukanlah style politik dari Golkar. Dan Golkar sadar bahwa memutuskan untuk menjadi partai oposisi bukanlah pilihan yang bagus bagi Golkar untuk 2014 mendatang," paparnya.

Namun Golkar, lanjut Arya, tentu tidak juga mau kehilangan mukanya di depan publik. Golkar akan tetap pada keputusannya untuk menyebut nama. Tapi mungkin tidak sampai menyentuh Boediono. Mungkin hanya sampai Sri Mulyani.

"Bila Golkar telah berhasil 'dijinakkan' oleh SBY. Saya kira PKS akan ikut merevisi temuannya. PKS tidak mungkin berada satu gerbong dengan PDI Perjuangan melawan pemerintah. Saya kira PKS akan ragu juga bila ditinggal oleh Golkar. Apalagi mindset basis pemilih atau kader PKS dengan PDI Perjuangan sangat berbeda. Jelas, arah keputusan PKS tentang Bank Century, dalam banyak hal ditentukan juga oleh Golkar," jelas Arya.

Sebelumnya sumber detikcom yang juga salah satu elit partai koalisi mengatakan batalnya pertemuan di Cikeas itu karena sudah terendus oleh media. Sumber tersebut menduga, SBY khawatir, publik akan memaknai pertemuan tersebut sebagai upaya meredam Pansus.

"Jadi khawatir kalau diketahui publik pertemuan itu akan dimaknai upaya meredam pansus," ungkap dia.

(mpr/irw)


Terendus Pers, SBY Batalkan Pertemuan Cikeas
Lia Harahap – detikNews


Jakarta - Pertemuan parpol koalisi menjelang pembacaan kesimpulan Pansus Hak Angket Century di kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Bogor, urung digelar. Apa sebab?

"Karena diendus oleh wartawan, akhirnya SBY membatalkan pertemuan itu," kata salah satu sumber detikcom yang menjadi salah satu elit parpol koalisi kepada detikcom, Senin (22/2/2010).

Menurutnya, pembatalan itu bukan dari parpol pendukung koalisi. "Mana berani kita mengusulkan pembatalan, lha wong kita yang diundang," ujarnya.

Sumber tersebut menduga, SBY khawatir, publik akan memaknai pertemuan tersebut sebagai upaya meredam Pansus.

"Jadi khawatir kalau diketahui publik pertemuan itu akan dimaknai upaya meredam pansus," ungkap dia.

Saat ini, tim perumus kesimpulan Pansus terus menyelesaikan pekerjaannya di DPR. Tim sedang memperdebatkan tentang penyebutan nama-nama yang bertanggungjawab dalam proses bailout Bank Century.
(lia/irw)


Jelang Kesimpulan Pansus
Tokoh-tokoh Mulai Berdatangan ke Cikeas
Anwar Khumaini – detikNews

Jakarta - Menjelang pertemuan partai koalisi dan sejumlah anggota Pansus Hak Angket Bank Century yang berlangsung di kediaman pribadi Presiden SBY di Cikeas, para tokoh sudah mulai hadir. Namun, kebanyak yang hadir adalah orang-orang di lingkaran SBY.

Mereka yang telah datang di antaranya Sekjen Partai Demokrat Amir Syamsuddin, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Staf Khusus Presiden Bidang Hukum dan Penegakan HAM Denny Indrayana, dan Ketua DPP PD Andi Mallarangeng. Mereka datang secara susul menyusul mulai dari pukul 20.30 WIB.

Wartawan tidak diperbolehkan meliput ke dalam kediaman SBY. Wartawan cuma diperkenankan meliput di pintu gerbang Puri Cikeas, yang berjarak 200 meter dari bangunan rumah SBY.

Hingga sekarang ini pukul 21.20 WIB, pertemuan belum dimulai dari rencana awal pukul 21.00 WIB. Direncanakan beberapa tokoh akan hadir, termasuk Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Pertemuan ini dilakukan menjelang penyampaian kesimpulan akhir Pansus Century mengenai bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun, Selasa (23/2), besok. (irw/mpr)

No comments:

Post a Comment